37 hours with Turbulance * phew*
Sabtu dan Minggu tanggal 24 october 2010 siang teman teman baik saya menemani persiapan saya berangkat ke US hingga ke airport
Di Airport ada sekitar 27 mahasisa mahasiswi pilihan yang dikirim ke kontingen pertukaran pelajar international. Lucu juga begitu di pesawat yang mengangkut kami ke Jepang, mereka sibuk berbahasa inggris satu sama lainnya, walau kesannya jadi aneh, tapi bahasa inggris mereka cukup lancar hingga dua orang dibelakang saya saling bersahutan : what is occupation? ..timpal yang satunya lagi : it is pekerjaan sambil kembalimengisi formulir J
Berangkat dari Soekarno Hatta jam 22.00. Udara cukup bersahabat walau bagaimanapun kondisi alam saat itu tidaklah terlalu baik. 30 menit diatas udara sudah disambut dengan turbulence.
Setelah 30 menit pertama selanjutnya sudah bisa ditebak,, setiap 15-30 menit selalu ada turbulence ringan maupun berat, bisa dibayangkan betapa panic dan ngos ngosannya setiap naik turun. Saya lihat students di bangku ujung kelihatan pucat,,hahahah ada teman pucat rupanya jadi saya enggak sendirian, beruntung kursi di tengah ( jajaran ) saya kosong sehingga saya bisa selonjoran sendiri… walau berasa tidur di roller coaster yang naik turun akibat turbulence, membayangkan rasanya dibaringkan naik ambulance dalam kecepatan penuh,,,hiyyyy serem
Namanya juga USA..HA
Setelah 7 jam penerbangan tibalah saya di Narita, Tokyo puku 08.00 pagi, saya tahu karena tidak punya visa otomatis saya nggak bisa keluar bandara.
Setelah saya menggosok gigi dan cuci muka, sebenarnya saya tahu kalau tidak ada visa on arrival Tapi saya waktu itu pura pura bertanya lagi dan ya, petugas cantik di jalur khusus menyuruh saya mengisi form tanpa visa. Yes, gumam saya dan menyuruh saya mengantri
Saat itu masih kosong, dan saya piker berhasil, saat petugas mau mencap paspor saya dia tiba tiba berubah pikiran, bagaimanapun Visa on Arrival tidak ada disini, Im so sorry…hehehhehe ngga berhasil saudara saudara,,saya disuruh kembali lagi
9 Jam ..watashi wa capeku dehsu ne
Petugas di Airport Narita itu lucu lucu dan ramah, saya iseng bawa botol minuman dari pesawatpun disuruh di minum ( nggak diambil lalu dibuang),,please have a drink, katanya, dan saat saya berpindah dari terminal 2 dengan bus,,,petugasnya ramah, bahasa inggrisnya tidak terlalu baik namun the way menerangkan kepada saya dan berempati menunggu 9 jam yang lama,,cukup menghibur saya,,it so funny
Saya sempat mau check in di Dayroom dan shower, tapi harganya dihitung per jam dan cukup mahal, akhirnya saya memutuskan untuk tidak, tokh diluar mendung seharian (ya, nggak ngaruh juga sih, kan saya di dalam airport J)
Di terminal 2 saya melihat lihat duty free shop, FA-SO-LA, dan sempat minum kopi juga untuk melepas kepenatan,
Saya perhatikan, orang jepang itu memang lucu dan unik karakternya, beberapa sepuh yang bisa dibilang kakek kakek, masih mengenakan tas ransel yang ditempeli boneka boneka,, saya fikir mungkin init as cucu-nya,, tapi saya lihat tidak hanya satu melainkan beberapa orang kakek juga heheh
Memperhatikan pesawat landing dan take off dari depan mata sungguh menyenangkan, sekitar 30 menit saya tertidur dan bangun, tidak terlalu puas, tapi paling tidak saya merasakan muka saya tambah tebal, artinya saya sempat terlelap
Bangun dan saya makan Big Mac Mcdonald sekitar 750yen hars dengan transalator, seoarang anak kecil lokal membantu saya untuk menjelaskan makanan yang saya order, namun dari semuanya saya suka dengan pelayanan mereka yang ramah dan sopan santun
Setelah menikmati wifi gratis di desk khusus, dan jalan jalan di seputar airport tanpa terasa sudah hampir 9 jam saya menunggu di Narita, Tokyo. Seharian mendung membuat saya tidak merasa rugi karena harus berdiam diri di airport
United Airlines to Washington DC
Setelah check in , suasana boarding menuju pesawat berbadan besar dengan dua lantai ini sangat relaks, tidak ada penjagaan ketat ataupun hal lainnya, padahal ini penerbangan amerika lama yang akan memakan waktu 13 jam lebih menuju Washington DC
Saya mendapat seat yang tidak enak yaitu 35F artinya sudah di tengah, saya harus berada dideretan 4 dari 5 penumpang, dan sayapun berdoa semoga disebelah kiri saya kosong jadi saya bisa sedikit relaks tanpa harus merasa risih dengan muka tetangga yang jaraknya 2 jengkal dari telinga kiri maupun kanan saya
Dan alhamdulilah, bangku E kosong, jadi saya bisa sedikit miring ke kiri, karena di kanan seorang pria amerika duduk dan jadinya agak kagok saja.
Di seat C dan D suami istri sedari tadi sudah mencuri curi pandang saya, mungkin di benaknya terlintas,, apa ini teroris? Teroris kok lucu ya hahahahahahah setelah 8-10 kali mereka melirik saya, langsung saya tegor,,you are not feelling cold aren’t you? Karena memang rasanya row kami berada di depan ibu dari segala AC, super cool
another JetCoaster, Roller coaster 13 hours
Cuaca memang sangat buruk, apalagi pesawat itu harus melintas samudra pacific yang sangat lama, melintas atlantik selama 8 jam dan melewati date line juga tentu merupakan perjalanan yang sangat amat melelahkan, bagaimana jika harus ada pendaratan darurat…laut atlantik ? Blah,,,titanic dong
Benar saja,, ini sambungan dari Jet Coaster perjalanan saya Jakarta- Tokyo,, lebh parah namun karena bumpingnya bisa naik 1,5 meter dan turun 1,5 meter, beberapa penumpang pucat, namun saya terlalu ngantuk untuk pucat. Maka muka saya cukup kalem dengan senyum menutup rasa takut, terlelap dan biarkan jantung yang bermain dag dig dug sambil menghela nafas beberapa kali
YAY…Nagih, enak,,,seru juga
Ternyata entah obat apa yang saya telan, ketakutan saya berubah menjadi candu turbulence. Seperti naik kuda liar, yang bisa terpelanting kapan saja. Saat berada diatas awan yang ramah dan datar, saya tenang tapi terasa bosan, namun saat memasuki cuaca buruk dan tanda dipesawat dibunyikan saya mulai dag dig dug, takut tapi nagih hehehheeh gila ,memang, tapi itulah adanya. Yang penting jangan sampai pesawat terbalik saja, lagian ini kan pesawat 2 tingkat yang besar jadi tidaklah terlalu sensitive dengan tekanan angin, berbeda dengan pesawat kecil, salah salah, satu sayap bisa copot kan ngga seru,,alamak,,terbang dengan satu sayap,,,wassalam already
Setelah melewati date line, ternayat sudah pagi, dan 1 jam lagi tiba di Washingtn DC.
Steward dan stewardessnya cukup tua, mungkin rata rata diatas usia 50 semuanya, jadi lebih pantas untuk dipanggil EMAK, instead of EMBAK.. atau PAK instead of MAS… lagian merekapun benar benar cuek, maaf badan yang tumbuh subur sepertinya tidak segreget pramugari dan pramugara Asia. Namun ya itulah senior dan kawakan tahu kapan harus duduk ( tanda turbulence-nya serius) ataupun tetap santai (turbulancenya tidak lama) tapi kemarin mereka duduknya cukup lama,…weleh,,,hampir aja saya yang menutup muka dengan kedua tangan berdoa sendiri,, J
Welcome to United States of America
Tba di Wahington DC minggu sore itu cukup banyak antrian, seperti orang bilang, masuk USA itu susah dan bisa di interogasi berjam jam,,,hello nggak ada tuh yang diperlakukan aneh. Begitupun giliran saya saat berikan Passport dan check kelengkapan, saya diminta masuk ruang untuk mendapatkan surat karena saya bekerja ( bukan dicurigai loh) dan saya mendeclare karena saya bawa makanan yaitu abon J.
Di ruangan tersebut saya hanya ditanya tinggi badan berapa dan apakah saya sudah merried ( kalau tidak, disamping saya masih available, sambil meunjuk ke officer perempuan ) mereka berdua berkesan gokil dan asyik sendiri,, tapi never mind, I love their style…
Dan tidak sampai 10 menit semuanya beres, tapi abon saya terpaksa dibuang L karena menurut mereka makanan dari East Asia banyak bermasalah, saya malas menjawab namun mereka ramah ramah kok, mulai dari bilang coat saya bagus hehehe sampai have a safe journey to Orlando
Pff.. saya ketinggalan pesawat karena antrian tadi dan berjalan dari Gate C ke Gate D30 terlalu jauh, akhirnya saya harus kembali rebook pesawat yang harusnya berangkat jam 5.46pm ke jam 09.59PM god,,,mundur lagi.
Saya terpaksa tidur di bangku di DC, cuaca masih mendung, bahkan selama perjalanan saya tidak sempat lihat matahari , 2 Dunkin donuts, dan secangkir coffee menemani saya selama kurang lebih 6 jam . Mungkin saya terlalu banyak diberi makanan dan minuman selama perjalanan Tokyo-Washington jadinya enegh.
Tepat jam 10.00 Malam pesawat take off menuju Orlando international airport, menggunakan United airlines juga saya sedikit kaget mendengar pilotnya berkata, maaf delay beberapa menit karena engine ke dua mati, jadi saya harus coba dulu apakah berjalan atau tidak,,alamak,,dan tidak sampai sepuluh menit pesawat take off dan terbang dengan mulus ,, walau ada beberapa kali turbulence, tapi alhamdulilah saya tiba dengan selamat di Orlando, Florida tepat pukul 00.30 malam